Sabtu, 19 Mei 2012

7 pemain bulu tangkis pria terbaik di indonesia


7 pemain bulu tangkis pria terbaik di indonesia

Nama              : Rudy Hartono Kurniawan
Lahir                : Surabaya, 18 Agustus 1949

Prestasi           :
·         Juara tunggal putra All England 8 kali (1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1973, 1974, dan 1976)
·         Runner-Up All England 2 kali (1975, 1978)
·         Juara bersama Tim Indonesia dalam Thomas Cup 4 kali (1970, 1973, 1976 dan 1979)
·         Juara Dunia World Championship, 1980
·         Juara Denmark Open 3 kali (1971, 1972, 1974)
·         Juara Canadian Open 2 kali (1969, 1971)
·         Juara US Open, 1969
·         Juara Japan Open, 1981
·         Ketua Bidang Pembinaan PB PBSI (1981-1985)

Penghargaan   :
·         Asian Heroes, TIME Magazine, 2006
·         Olahragawan terbaik SIWO/PWI (1969 dan 1974)
·         IBF Distinguished Service Award 1985
·         IBF Herbert Scheele Trophy 1986 – penerima pertama
·         Honorary Diploma 1987 dari the International Committee’s “Fair Play” Award
·         Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama


Nama :  Liem Swie King
Lahir :  Kudus, Jawa Tengah, 28 Februari 1956

Prestasi :
Tunggal
·          1974: Semi Finalis Asian Games Tehran
·         1976: Finalis All England Open, Finalis Kejuaraan Asia
·         1977: Finalis All England Open, Juara Denmark Open, Juara Swedia Open, Juara SEA Games
·         1978: Juara All England Open, Juara Asian Games Bangkok
·         1979: Juara All England Open
·         1980: Finalis Kejuaraan Dunia, Finalis All England
·         1981: Juara All England Open, Semi Finalis World Games St.Clara, Juara SEA Games
        1982: Finalis Asian Games New Dehli, Juara Piala Dunia
         1983: Finalis Kejuaraan Dunia, Juara Indonesia Open, Juara Malaysia Open
        1984: Finalis All England Open, Finalis [[World Badminton Grand Prix]]
       1985: Semi Finalis All England Open

Ganda
·      1983: Finalis SEA Games (bersama Hadibowo)
1   1984: Juara Piala Dunia (bersama [[Kartono Hariamanto]])
·      1985: Juara Piala Dunia, Juara Indonesia Open, Semi Finalis Kejuaraan Dunia , Finalis SEA Games (bersama Kartono Hariamanto)
·      1986: Juara Piala Dunia, Semi Finalis Asian Games Seoul (bersama Bobby Ertanto); Juara Indonesia Open (bersama Kartono Hariamanto)
·      1987: Juara Asia (bersama Bobby Ertanto); Juara SEA Games, Juara Japan Open, Juara Indonesia Open, Juara Taiwan Open, Finalis Thailand Open (bersama Eddy Hartono)
Beregu
·         1976: Juara Piala Thomas
·         1977: Juara SEA Games
·         1978: Juara Asian Games
·         1979: Juara Piala Thomas, Juara SEA Games
·         1981: Finalis SEA Games
·         1982: Finalis Piala Thomas, Finalis Asian Games
·         1983: Juara SEA Games
·         1984: Juara Piala Thomas
·         1985: Juara SEA Games
·         1986: Finalis Piala Thomas, Semi Finalis Asian Games
·         1987: Juara SEA Games

Nama : Alan Budikusumah
Lahir :  Surabaya, Jawa Timur, 29 Maret 1968

Prestasi :
·         Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992
·         Juara Malaysia Open 1995
·         Juara Indonesia Open 1993
·         Juara Invitasi Piala Dunia 1993
·         Juara German Open 1992
·         Juara China Open 1991
·         Juara Thailand Open 1989 dan 1991
·         Juara Dutch Open 1989









Nama :  Haryanto Arbi
Lahir :  Kudus, Jawa Tengah, 21 Januari 1972

Prestasi :
Juara All England 1993
Juara Jepang Terbuka 1993
Juara Taipei Master 1993
 Juara All England 1994
 Juara Taipei Master 1994
 Juara Dunia 555 1994
 Juara Hongkong Terbuka 1994
 Juara Piala Thomas 1994 (bersama Tim Indonesia)
 Medali emas ASEAN Games 1994
 Medali emas beregu ASEAN Games 1994 (bersama Tim Indonesia)
Juara Hongkong Terbuka 1995
 Juara Jepang Terbuka 1995
 Juara Dunia 1995
 Juara Piala Thomas 1996 (bersama Tim Indonesia)
 Juara Piala Thomas 1998 (bersama Tim Indonesia)
 Juara Piala Thomas 2000 (bersama Tim Indonesia)


Nama  : taufik hidayat
Lahir : Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 1981


Prestasi :
1998: Juara Brunei Open
1999: Juara Indonesia Open, Juara SEA Games
 2000: Juara Indonesia Open, Juara Malaysia Open, Juara Kejuaraan Asia
 2001: Juara Singapore Open
 2002: Juara Indonesia Open, Juara Taiwan Open, Juara Asian Games
 2003: Juara Indonesia Open
 2004: Juara Indonesia Open, Juara Kejuaraan Asia, Juara Olimpiade
 2005: Juara Singapore Open, Juara Kejuaraan Dunia
 2006: Juara Indonesia Open, Juara Asian Games
2007: Juara Kejuaraan Asia, Juara SEA Games
2008: Juara Macau Open
 2009: Juara US Open, Juara India Open
2010: Juara Canada Open, Juara Indonesia GP Gold, Juara French Open SS
 2011: Semifinalis VICTOR- BWF Superseries Finals, Runner Up PROTON MALAYSIA OPEN SUPER SERIES, Semifinalis Victor Korea Open Super Series Premier, Semifinalis Yonex – Sunrise India Open Superseries, Perempat final Indonesia Open Superseries Premier 2011, perempat final 2011 Yonex OCBC US Open Grand Prix Gold, Runner - up 2011 Yonex Canada Open, Semi final Bankaltim Indonesia Open GP Gold 2011, Juara India Open Grand Prix Gold 2011
2012: Semifinal MAYBANK Malaysia Open Presented by PROTON



Nama : Markis kido
Lahir : Jakarta 11 agustus 1984

Prestasi :
 2007- Peringkat 1 Ganda Putra Di Kuala Lumpur, Malaysia
2006- Perempat Final Ganda Putra Di Madrid, Spanyol
 Kejuaraan Asia
 2006- Perempat Final Ganda Putra Di Johor Bahru, Malaysia
 2005- Peringkat 1 Ganda Putra Di Hiderabad, India
 Piala Thomas
 2008- Peringkat 3 Beregu Di Jakarta
 2006- Peringkat 3 Beregu Di Jepang
 Olimpiade
2008- Peringkat 1 Ganda Putra Di Beijing, China

Nama : Hendra setyawan
Lahir :  Pemalang, Jawa Tengah, 24 Agustus 1984
Prestasi :
Runner-Up DENMARK OPEN 2004 (bersama Markis Kido)
Juara Asia 2005 (bersama Markis Kido)
Juara INDONESIA OPEN 2005 (bersama Markis Kido)
Runner-Up INDONESIA OPEN 2006 (bersama Markis Kido)
Juara HONG KONG OPEN 2006 (bersama Markis Kido)
Juara CHINA OPEN 2006 (bersama Markis Kido)
Runner-Up CHINA SUPER SERIES (1) (bersama Markis Kido)
Juara dunia 2007 (bersama Markis Kido)
Juara CHINESE TAIPEI GP GOLD 2007 (bersama Markis Kido)
Juara CHINA OPEN SUPER SERIES 2007 (bersama Markis Kido)
Juara HONG KONG SUPER SERIES 2007 (bersama Markis Kido)
Juara Malaysia Open Super Series 2008 (bersama Markis Kido)
Juara Swiss Open Super Series 2008 (bersama Markis Kido)

7 pemain sepak bola terbaik dunia


7 pemain terbaik liga indonesia

1. Ahmad Bustomi

Ahmad Bustomi adalah seorang pilar penting di lini tengah tim Arema Indonesia. Kemampuan bertahan dan menyerangnya hampir sama baik. Dia menjadi penyeimbang baik bertahan maupun menyerang di tim Arema Indonesia. Karena kemampuannya itu, pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl memanggilnya untuk bergabung di tim nasional. Ahmad Bustomi juga bermain saat AFF Suzuki Cup 2010 Desember lalu dengan mengantar Indonesia sampai ke Final.



2. Boaz Salossa

Harus diakui, bahwa boaz salossa adalah penyerang paling subur di Indonesia saat ini. Kemampuannya mengolah bola, dribiling dan shooting yang diatas rata-rata membuat dia menjadi top skor di Indonesia Super League saat ini. Pemain persipura ini juga pernah membela tim nasional. Tetapi, karena dia melakukan tindakan indisipliner, pelatih tim nasional indonesia, Alfred Riedl memilih untuk mencoretnya. Pemain kelahiran tanah Papua ini juga mencetak gol saat pertandingan persahabatan indonesia vs uruguay di stadion utama gelora bung karno 2010 lalu. Pemain berusia 25 tahun ini juga tengah diincar beberapa klub ternama di luar negeri. Seperti, VVV Venlo ( Eredivisie ), Cessena ( Serie A Italia ).


3. Ronald Fagundez

Fagundez adalah salah satu pembelian terbaik yang dilakukan oleh manajemen Persisam Samarinda. terbukti, pemain ini mampu menjadi kreator serangan dari Persisam. Pemain kelahiran Montevideo, Uruguay ini memiliki spesialisasi bola-bola mati dengan kaki kiri yang SANGAT MEMATIKAN ! pemain ini juga pernah memperkuat Persik Kediri pada beberapa musim yang lalu.



4. Immanuel Wanggai

Pemain yang satu ini adalah salah satu punggawa penting tim mutiara hitam Persipura. Kecepatan Dribling dan gocekan bolanya selalu menjadi momok bagi pemain belakang tim lawan. Menurut saya, pemain ini seperti Ricardo Kaka.


5. Abanda Herman

Satu kata. JOSS !!


6. Ferry Rotinsulu

Kiper yang kini menjadi pemain Sriwijaya FC ini adalah kiper terbaik di Indonesia Versi TBS. Kemampuan refleknya sangat baik. Pemain yang juga menjadi punggawa tim merah putih ini juga lihai dalam menggagalkan eksekusi pinalti pemain-pemain lawan. Salah satunya adalah mengagalakn pinalti Noh Alam Shah pada saat laga melawan Arema Indonesia beberapa waktu yang lalu.



7. Bambang Pamungkas

sesuai namanya, bambang pamungkas menjadi pamungkas dalam artikel 7 pemain terbaik ligina 2010/2011 ini. Walaupun banyak yang mengatakan bahwa performanya menurun, tetapi TBS menganggap bahwa BP pantas dijadikan salah satu legenda sepak bola Indonesia. Pemain yang kini berkostum Persija Jakarta itu, memiliki tembakan bola-bola mati dengan kaki kanan yang sangat baik. BP juga menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Thailand dalam perhelatan AFF Suzuki Cup 2010 Desember lalu dengan 2 gol-nya.

7 film sepak bola terbaik dunia

1. The Two Escobars

Bintang: María Ester Escobar, Francisco Maturana, dan Alexis García V
Film ini bercerita tentang dua orang Kolombia, yang satu adalah pemain sepak bola, satu lagi adalah anggota mafia obat-obatan terlarang. Si pemain, Anders Escobar, memimpin perkembangan permainan tim nasional Kolombia di lapangan dan menjadikan tim mereka menjadi tim kuda hitam dalam Piala Dunia 1994. Sementara itu, si ketua geng kartel narkoba, Pablo Escobar, memimpin Kolombia ke dalam perang berdarah di jalanan yang berjuang untuk mengukuhkan kekuasaan.

Film dokumenter ini menceritakan tentang dua orang yang memiliki kisah hidup yang berseberangan, tetapi berkuasa mengubah tatanan di suatu negara. Film dokumenter ini dinilai memukau, sangat emosional, dan menyampaikan pesan-pesan dengan kuat.


2. Zidane: A 21st Century Portrait


Bintang: Zinédine Zidane, David Beckham
Film dokumenter tahun 2006 ini bercerita tentang pertandingan 90 menit yang dilakoni salah satu bintang legendaris dunia, Zinedine Zidane. Kisah Zidane difilmkan dalam laga Real Madrid melawan Villareal pada 23 April 2005 dengan menggunakan 17 kamera yang disinkronkan dengan gerakannya selama pertandingan, bahkan pada saat diam.

Film ini diiringi musik latar belakang dari kelompok musik beraliran band eksperimental asal Skotlandia, Mogwai, yang menghadirkan nuansa merenung dalam film tersebut.


3. Once In A Lifetime: The Extraordinary Story of the New York Cosmos


Bintang: Pelé, Giorgio Chinaglia, dan Matt Dillon
Kebangkitan dan kejatuhan Liga Sepak Bola Amerika Utara dan tim raksasa AS, New York Cosmos, berjalan bersamaan. Film ini bercerita tentang awal berdirinya Cosmos pada akhir 1960-an sampai kemudian berakhir pada tahun 1985. Keserakahan, tujuan, dan perempuan menjadi formula kisah indah dalam film ini.

Cosmos memiliki pemain-pemain terkenal di dunia, seperti Pele, Franz Beckenbauer, Carlos Alberto, dan Giorgio Chinaglia. Tim ini adalah tim penuh bintang yang orisinal di dunia sepak bola.

Film dokumenter ini menampilkan wawancara dengan banyak mantan bintang Liga Sepak Bola Amerika Utara, kecuali Pele, serta rekaman pertandingan dan narasi oleh aktor Matt Dillon.


4. Fever Pitch

Bintang: Colin Firth, Ruth Gemmell, dan Luke Aikman
Ini berbeda dengan film versi Amerika Serikat yang berkisah tentang baseball, Fever Pitch ini adalah interpretasi dalam bentuk film dari novel Nick Hornby. Ini bercerita tentang kebingungan seorang pria dengan cintanya terhadap sepak bola dan seorang wanita.

Film ini berfokus pada Colin Firth yang berperan sebagai Paul Ashworth, seorang guru sekolah London utara. Ashworth adalah penggemar fanatik Arsenal yang jatuh cinta dengan rekan sekerjanya. Film ini bercerita tentag upaya Ashworth untuk memperjuangkan dua cinta ini agar terus stabil. Pasalnya, dalam pengalaman Ashworth, keduanya selalu berbenturan. EPL Talk mencatat, cara bertutur dalam film ini tidak sebagus bukunya.


5. The Firm


Bintang: Gary Oldman, Lesley Manville, dan Philip Davis
Gary Oldman membintangi film tahun 1988 ini yang bertutur tentang kehidupan suporter fanatik sepak bola Inggris, hooligans. Film ini kemudian mengilhami film-film tentang hooligans lainnya, seperti The Football Factory dan Green Street Hooligans.

Film ini bercerita tentang kegiatan West Ham’s Inter City Firm serta tindakan kasar mereka selama tahun 1970-an dan 1980-an. Clive Bissel adalah seorang lelaki tua yang hidup dalam dua lingkungan, keluarga yang manis dan para suporter fanatik sepak bola. Sepanjang film, Bssel mencoba untuk mengombinasikan dua kehidupan utamanya itu, tetapi tidak berhasil. Lebih dari 20 tahun sejak dirilis, The Firm masih didapuk sebagai film tentang hooligans yang paling menentukan.


6. The Damned United


Bintang: Colm Meaney, Henry Goodman, dan David Roper
Film ini dibuat berdasarkan novel David Pearce pada tahun 2007 dengan judul yang sama, The Damned United, mengenai keberhasilan manajer sepak bola yang eksentrik, Brian Clough, di Derby County serta kisahnya saat 44 hari bertugas di Leeds United. Film ini dibintangi Michael Sheen sebagai Clough, dan Timothy Spall sebagai tangan kanannya, Peter Taylor. Meskipun buku dan film didasarkan pada kisah nyata, tetapi cara bertutur Pearce membuat pekerjaan ini begitu memikat.


7. Escape to Victory (Victory)


Bintang: Michael Caine, Sylvester Stallone, Bobby Moore, dan Pelé
Caine, Stallone, Pele, dan Moore bermain bersama dalam film yang bertutur tentang kisah sepak bola klasik pada tahun 1981. Film ini merupakan interpretasi dari film asal Hongaria pada tahun 1961, Two Halftimes in Hell, yang dibuat berdasarkan kisah nyata di Ukraina selama perang dunia kedua.

Dalam film Escape to Victory, kisahnya berfokus pada sekelompok tahanan perang pihak sekutu yang ditantang oleh sejumlah tentara Jerman yang percaya bahwa laga ini akan menjadi langkah propaganda yang brilian. Tanpa direncanakan, laga ini malah menjadi kesempatan bagi mereka untuk melarikan diri. Film ini sangat kental dengan nuansa sepak bola klasik.

Selain tujuh film terekomendasi ini, EPL Talk juga menunjuk film berjudul Pelada sebagai film yang wajib ditonton. Film dokumenter sepak bola yang dinilai sangat memberikan inspirasi ini bercerita tentang Luke dan Gwendolyn, dua mantan bintang sepak bola di perguruan tinggi yang tidak bisa melaju bermain ke tingkat profesional.

Pelada adalah kisah perjuangan orang-orang yang bermain sepak bola dari tahanan di Bolivia ke minuman keras ilegal di Kenya, dari freestylers di China sampai wanita yang bermain dengan jilbab di Iran. Film ini diklaim segera mendorong siapa pun yang menontonnya untuk mencintai sepak bola.


Kisah dari Indonesia

Tak hanya tujuh film ini, masih banyak pula film-film bertema sepak bola yang bisa ditonton untuk mengisi waktu akhir pekan. Tak terkecuali, film-film sepak bola di Indonesia. Salah satunya, Garuda di Dadaku.

Film besutan Ifa Isfansyah yang dirilis pada tahun 2009 ini bercerita tentang kisah perjalanan seorang bocah kelas 6 SD, Bayu, yang memiliki mimpi untuk menjadi pemain sepak bola untuk mengharumkan nama bangsa dan negaranya. Dengan tekun, Bayu berlatih hari demi hari dan kemudian berupaya mengikuti seleksi tim nasional yunior dengan didukung oleh teman-temannya. Sayang, upaya ini ditentang oleh Usman, kakek Bayu.

Film yang musik pengiringnya menjadi hits sampai saat ini dibintangi oleh aktor dan aktris terkenal, seperti Ikranegara, Maudy Koesnaedi, dan Ari Sihasale, serta aktor muda, Emir Mahira. Sekuel film ini sudah hadir dengan judul Garuda di Dadaku 2.


- Sumbernya : http://jekethek.blogspot.com/2012/04/7-film-terbaik-sepak-bola-yang-wajib.html#ixzz1vJd74qbW

7 game terbaik dunia

1. Crysis 2
Crysis 2, Sci-Fi first person player dikembangkan oleh Crytek, adalah salah satu permainan yang paling diantisipasi untuk 2010/2011. Crysis 2 akan menjadi game pertama yang menggunakan game engine 3.






2. Diablo 3
Blizzard telah memutuskan untuk merilis Diablo 3 tahun depan. Diablo 3 adalah action role playing game yang bertema sekuel game Diabo asli dirilis pada tahun 1997. Permainan diatur dalam dunia tempat suci, dunia fantasi gelap yang diselamatkan pahlawan tanpa nama di Diablo 2. Permainan dari Diablo 2 kembali ke Sanctuary untuk menghadapai kejahatan dalam berbagai bentuk. Diablo 3 adalah contoh terbaik dari bermain game nyata. Seperti pendahulunya, pemain mengambil kendali pertempuran heroik untuk menyingkirkan dunia Diablo penguasa teror terlibat dalam pertempuran dengan gerombolan monster dan bos menantang. Game memiliki alur cerita yang apik dimana pemain sampai ke perjalanan melalui tingkatan yang berbeda akhirnya dihadapi Diablo.

3. Test Drive Unlimited 2
Test drive Unlimited 2 adalah sekuel untuk test drive unlimited. Ini adalah permainan balap massal terbuka online dimana pemain bisa online dan berbagi permainan, pemain dapat membalap dengan pemain yang ada didunia. Ia memadukan pengalaman balap single dan multi-player, menciptakan tantangan dunia balap. Sampai dengan 8 pemain bisa bergabung sesi pada sutau waktu yang akan mendapat pengalaman balap yang jauh. Permainan diatur diPulau Mediterania Ibiza dengan lebih dari 2.000 mil dari jalan jalan dan kembali. Permainan mencakup kendaraan baru dengan kustomisasi besar-besaran.




4. GTA 5
Seri GTA yang terkenal dengan aksinya, petualangan mengemudi dan role-playing, kekerasan dan elemen balap berencana untuk datang dengan angsuran baru dalam seri GTA 5. GTA 5 dirilis pada akhir 2010 atau awal 2011. Permainan ini diharapkan untuk tetap di atas tangga game sepanjang 2011.







5. Hitman 5
Hitman 5 yang dirilis pada akhir 2010 atau awal tahun 2011, dengan agen 47 baru. Berita yang terdengar dari laporan Edios mengklaim bahwa Hitman 5 sedang dalam pengembangan.









6. Mass Effect 3
Menurut direktur proyek Casey Hudson, Mass Effect 3 dalam tahap awal pengembangan. Namun, telah dikonfirmasi bahwa permainan ini akan diumumkan pada tahun 2010 akhir. Casey Hudson dalam wawancaranya terbaru dengan MTV mengungkapkan rincian tertentu tentang efek Mass Effect 3 mendatang. Permainan ini seharusnya memiliki kesimpulan luar biasa, yang sangat banyak. Hudson juga mengatakan kepada MTV bahwa ada sekitar 1.000 variabel yang sudah berbaris untuk variasi dalam bab baru. Setelah mengukur variabel dalam alur cerita, Hudson telah mempersiapkan type pra release untuk permainan. Sebuah perbedaan besar dalam bab terakhir dari trilogi akan menjadi hal yang luar biasa untuk melakukannya, dari mana kita bisa merasakan twist lebih dalam permainan mendatang.

7. Max Payne 3
Rockstar games, yang terkenal dengan max payne, midnight club dan grand thef auto akan merilis Max Payne 3 pada tahun 2011. Permainan ini sekuel Max Payne penembak viseo game yang dirilis tahun 2001. Alasan dari ketenaran untuk permainan ini adalah waktu peluru modus dimana waktu peluru diperlambat  sedemikian rupa sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang.

Jumat, 30 Maret 2012

Icuk Sugiarto


cuk Sugiarto (lahir di SoloJawa Tengah4 Oktober 1962; umur 49 tahun) adalah juara dunia bulu tangkis tahun 1983, yang juga adalah legenda tunggal putra bulu tangkis Indonesia bersama Liem Swie KingLius PongohHastomo ArbiKartono,dll serta pahlawan bulu tangkis Indonesia di era 1980-an bersama pemain - pemain bulu tangkis Indonesia yang lainnya. Ia sekarang menjadi salah satu staf ahli menpora di eranya SBY-JK.
Icuk dikenal sebagai atlet bulu tangkis yang kerap menjuarai pertandingan baik di dalam maupun luar negeri. Kiprahnya dalam dunia bulu tangkis memuncak pada saat dia memenangkan kejuaraan bulu tangkis tingkat dunia yang telah memberikannya gelar Juara Dunia pada tahun 1983 dan 1986. Teknik-teknik tajam yang dahulu digunakannya pada setiap pertandingan seakan melegenda. Bahkan hingga kini, diusianya yang ke 46, beliau masih belum kehilangan kelihaiannya dalam bemain bulu tangkis. Hal ini dibuktikan dengan kepiawaiannya melatih anak didiknya di klub PB Pelita Bakrie.
Suami dari Hj. Nina Yaroh dan ayah dari Natassia Octaviani Sugiarto, Tommy Sugiarto, dan Jauza Fadhilla Sugiarto ini seakan tak dapat dipisahkan dari bulu tangkis. Kendati kariernya menjadi atlet bulu tangkis telah selesai, namun dia tetap berjuang dengan segala cara untuk meningkatkan permainan atlet-atlet bulu tangkis Indonesia agar selalu dapat menorehkan prestasi tertinggi pada setiap pertandingannya.

Tan Djoe Hok


Tan Joe Hok
Tan Joe Hok alias Hendra Kartanegara (Hanzi: 陈甲亮, Pinyin: Chén Jiǎliàng) (lahir di BandungJawa Barat11 Agustus 1937; umur 74 tahun) adalah pemain bulu tangkis Indonesia di era tahun 1960-an. Ia adalah putra Indonesia pertama yang menjuarai All England dan meraih medali emas Asian Games. Selain itu, Ia bersama enam pebulu tangkis Indonesia lainnya merebut Piala Thomas untuk pertama kalinya. Pada masanya, Tan Joe Hok mempunyai nama besar sebagai atlet kebanggaan Indonesia karena prestasinya mengharumkan nama bangsa.
Tan Joe Hok bersama dengan Ferry SonnevilleLie Poo DjianTan King GwanNjoo Kim BieEddy Jusuf, dan Olich Solihin merupakan perintis Tim Thomas Indonesia yang dikenal sebagai “tujuh pendekar" bulu tangkis tanah air. Mereka berhasil menjuarai Piala Thomas 1958 setelah menaklukkan juara bertahan Malaysia (dahulu bernama Malaya) dalam babak penantangan (chalenge round) dengan skor 6-3 di Singapore Badminton Hall, Singapura (dahulu merupakan bagian negara Malaya). Dalam perebutan Piala Thomas tersebut, Tan Joe Hok bermain sebagai pemain tunggal sekaligus pemain ganda (berpasangan dengan Lie Poo Djian).
Setelah pensiun dari pemain bulu tangkis, Tan Joe Hok sempat menjadi pelatih bulu tangkis di Meksiko dan Hongkong. Ia bergabung menjadi pelatih PB Djarum tahun 1982 dan merangkap sebagai project manager cabang PB Djarum di Jakarta.
Ia kemudian diangkat menjadi pelatih pelatnas Piala Thomas 1984 dan berkat bimbingannya Tim Bulu Tangkis Indonesia berhasil menjuarai Piala Thomas 1984 dengan munundukkan China. Atas prestasinya SIWO/ PWI Jaya menganugerahkan penghargaan sebagai Pelatih Olah Raga Terbaik 1984.
 

Ferry Sonneville
Ferdinand Alexander Sonneville (lahir di Jakarta3 Januari 1931 – meninggal di Jakarta20 November 2003 pada umur 72 tahun[1]) adalah pemain bulu tangkis Indonesia di era tahun 1955-1967an. Ia ikut mendirikan PB PBSI (1951), ikut mendirikan KONI (1966), Ketua Umum KONI (1970), anggota Pengurus Asian Games Federation Council (1970), Chef de Mission kontingen Indonesia ke olimpiade (1971), Presiden International Federation Badminton/IBF (1971-1974), dan Ketua Umum PBSI (1981-1985).
Ferry juga dikenal sebagai salah satu pelopor seni beladiri Judo dan Jujutsu (Jiu-Jitsu) di Indonesia. Pada tahun 1953 beliau turut mendirikan Judo & Jiu-Jitsu Club Djakarta (kemudian berubah menjadi Jiu-Jitsu Club Indonesia-JCI), dan sampai akhir hayatnya menjabat sebagai Ketua Umum pada Club tersebut.